oleh

Peduli Kepada Kalangan Kurang Mampu, PBH Panglima Hukum Beri Bantuan Hukum

JAKARTA.OKEYBOZ.COM – Mayoritas masyarakat Indonesia kini melek hukum. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat melirik profesi advokat dalam membantu permasalahan hukum yang dihadapinya.

Hanya saja, tak jarang masyarakat pencari keadilan yang menghadapi permasalahan hukum justru terkendala biaya. Mereka tidak bisa membayar jasa pengacara.

Kondisi ini banyak ditemui oleh Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, C.Med, CLA, Ada begitu banyak klien yang datang ke Law Firm Togar Situmorang, dan meminta bantuan hukum, namun tidak memiliki cukup dana untuk membiayai jasa pengacara.

“Kondisi ini yang membuat kami akhirnya berpikir untuk membuat suatu lembaga yang khusus membantu masyarakat kurang mampu. Kami akhirnya mendirikan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Panglima Hukum,” kata Togar Situmorang kepada Awak media beberapa waktu lalu.

Advokat yang memiliki motto “Melayani Bukan Dilayani” ini berharap, dengan adanya PBH Panglima Hukum ini bisa meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesusahan dalam menghadapi konflik hukum ini.

“Selain itu, kita juga sebagai advokat dan praktisi hukum memang diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, dan Undang- undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum, pada intinya roh dari kedua regulasi tersebut bermakna menjamin hak warga negara bagi keadilan dan kesetaraan di muka hukum,” papar Togar Situmorang.

Hal ini pun sejalan dengan prinsip hidup Advokat kelahiran Jakarta ini. Bagi Togar Situmorang, dalam kehidupan setiap orang wajib untuk menolong mereka yang dalam keadaan susah.

“Sangat disayangkan jika kita tidak saling tolong- menolong dan membantu, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan jasa hukum, yang memang notabene masyarakat banyak yang buta akan hukum dan mereka juga teraniaya dan tidak tahu harus bagaimana dan ke mana,” ucapnya.

Baca Juga  HUT ke 7 Tahun Law Firm Togar Situmorang Beri Kontribusi Nyata Kepada Masyarakat Terkait Hukum

Kondisi ini yang mendorong Togar Situmorang menghadirkan PBH Panglima Hukum.

Tak sekadar membantu pencari keadilan yang tak mampu, PBH Panglima Hukum juga akan memberikan kesempatan kepada para calon advokat yang ingin berkarier di bidang hukum khususnya profesi advokat.

Ia tak menampik bahwa ada banyak Universitas di Indonesia, khususnya di Pulau Bali terutama Fakultas Hukum yang mencetak sarajana hukum. Demikian halnya dengan organisasi advokat, yang mencetak banyak calon advokat.

Namun tentu ada persaingan dan jadwal untuk mengangkatan sumpah sebelum calon advokat menjadi advokat resmi agar bisa beracara, karena harus mengantongi dan mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat), UPA (Ujian Profesi Advokat), KTA (Kartu Tanda Advokat) dan BAS (Berita Acara Sumpah) di Pengadilan Tinggi daerah domisili masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *