oleh

Kepala Bappenas Sebut 3 Rekomendasi Bagi Pengembangan UMKM di Indonesia

JAKARTA.OKEYBOZ.COM – Kepala Bappenas menyebutkan 5 isu utama pengembangan UMKM di Indonesia.

Pertama, Adanya perbedaan definisi UMKM antar lembaga serta belum adanya basis data yang terintegrasi. Kedua, Jumlah UMKM yang besar belum seimbang dengan kontribusinya pada PDB. Hal ini dikarenakan, sebanyak 99% usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM, namun UMKM hanya berkontribusi 57% terhadap PDB.

Ketiga, Rendahnya UMKM yang terjalin dalam kemitraan, termasuk berjejaring dalam rantai nilai global (global value chain) . Diketahui sebanyak 93% UMK tidak menjalin kemitraan, dan UMKM berkontribusi sebesar 14% terhadap total ekspor Indonesia.

Keempat, Akses pembiayaan bagi UMKM masih rendah. Mengacu pada data Kementerian koperasi dan UKM tahun 2019, diketahui sebanyak 88% UMK tidak memperoleh atau mengajukan kredit, Rasio kredit UMKM di perbankan terhadap total kredit perbankan 20%.

Kelima, Rendahnya pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya, termasuk digitalisasi. Diketahui saat ini, sebanyak 94% UMK tidak menggunakan komputer dalam menjalankan usahanya, dan 90% UMK tidak menggunakan internet.

Mengacu pada 5 isu pengembangan UMKM tersebut, Menteri Suharso menyampaikan 3 rekomendasi pengembangan UMKM di Indonesia

1. Penguatan Kelembagaan

Baca Juga  Rekomendasi Pengembangan Program dan Usaha PERBUMMA Adat Nusantara di Jawa Barat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *