oleh

Menangkan Gugatan, Menjadi Kado Istimewa HUT Pemuda Panca Marga ke-40

JAKARTA.OKEYBOZ.COM – Pasca bersidang selama duabelas kali sejak pembacaan gugatan hingga pembacaan putusan, Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara perdata Nomor 583/Pdt.G/2019/PN-Jakarta Timur, akhirnya memutuskan, menolak gugatan Penggugat I, II, masing-masing, Berto Izaak Doko, dan Delwan Noer, untuk seluruhnya.

Keputusan majelis hakim persidangan yang telah memakan waktu satu tahun dan tujuh hari itu, juga menghukum Penggugat I, II untuk membayar ongkos perkara sebesar Rp 3.271.000, demikian dikatakan Sekretaris Dewan Paripurna Nasional PPM Syariefuddin Soeltan Situdju pada Jumat Pagi (22/01-2021).

Soeltan menuturkan bahwanya sidang pembacaan putusan yang berlangsung Selasa (19/01-2021) tersebut, sekaligus merupakan kado istimewa bagi segenap jajaran organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) yang berulang tahun ke-40, tanggal 22 Januari 2021.

Adapun, dalam pertimbangannya, majelis menyatakan bahwa Akta perubahan AD/ART PPM Nomor 03 tanggal 9 September 2019 yang dibuat di hadapan Abu Tafsir, SH, notaris di Jakarta Barat, sah dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Maka, berdasarkan pertimbangan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa segala perbuatan dan tindakan Tergugat I, II, yang mengatasnamakan Ketua dan Sekretaris serta menggunakan segala atribut dan logo PPM adalah sah dan bukan merupakan perbuatan melawan hukum.

“Sebagaimana diketahui, Tergugat I, II, Samsudin Siregar dan Abdillah Karyadi, masing masing adalah Ketua Umum dan Sekjen Pimpinan Pusat PPM hasil Munas X PPM, tgl 5-7 September 2019 di Hotel Best Western Plus, Jakarta”, ungkap Soeltan.

Bahwasanya, kepengurusan PP. PPM masa bakti 2019-2024 seperti yang tercantum dalam Akta AD/ART PPM Nomor 03 tanggal 9 September 2019, sudah memperoleh persetujuan Menkumham melalui SK Nomor : AHU-0000808.AH.01.08 Tahun 2019 tanggal 9 September 2019.

SK tersebut yang digugat oleh Berto, selaku Ketua Umum PP PPM hasil Munaslub yang dilaksanakan oleh DPP LVRI. Kuasa Hukum Tergugat I, II, Sihar Nababan, SH, dalam persidangan menyebutkan, keberadaan PPM merupakan suatu wadah bagi putera puteri Veteran RI, adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang wajib dan bertanggungjawab untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan 1945 dan mengisi kemerdekaan, dengan jalan melaksanakan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga  Ongky Prasetia Hulu, S.Kom Mengutuk Keras Aksi Penyerangan di Mabes Polri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *