oleh

Waspadai, Perusahaan Jasa Pengiriman Uang Tak Punya Izin, Karena Berpotensi Terjadinya Money Laundering

Okeyboz, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penyelenggara jasa Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU) non bank di Indonesia tidak mempunyai izin. BI hanya mencatat sebanyak 144 penyelenggara KUPU yang mendapatkan izin resmi dari BI dan yang telah menjadi anggota Asosiasi Penyelenggara Penyaluran Uang Indonesia (APPUI) ada sebanyak 65 penyelenggara transfer dana (PTD).

Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Penyaluran Uang Indonesia (APPUI) Eddy Hadianto dalam sebuah diskusi di Kantor APPUI, di sekitar Duren Sawit, Jakarta, Senin (21/12/2020).

“Baru 144 penyelenggara KUPU yang mendapatkan izin resmi dari BI. Padahal ada banyak penyelenggara KUPU non bank di Indonesia jadi harus hati-hati bagi para pengguna jasa tersebut,” ungkap Eddy.

Ia mengatakan, jika penyelenggara KUPU yang telah mendapatkan izin resmi bank sentral maka dengan kata lain segala transaksinya aman dan dipantau oleh BI.

Eddy memaparkan beberapa penyelenggara-penyelenggara KUPU yang telah mendapatkan izin antara lain PT Shimacazh Exchange, PT Able Remittance, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, PT Mandiri Express Remittance, PT Citra Niaga Remittance, PT Global Remittance

Baca Juga  Pengurus Pusat Muhammadiyah Dukung Kebijakan Polri, Pendekatan Humanis ke Masyarakat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *